Posisinyajuga nggak menghalangi posisi jarum jam. Teliti posisinya juga pada beberapa tempat, seperti pada bagian belakang, kamu akan menemukan perbedaan dari yang asli dan yang palsu. Jam tangan Ferrari yang asli selalu konsisten dalam meletakkan logo. Selain itu juga perhatikan cara peletakan logonya.
Teknik paling gampang untuk memeriksa apakah emas tersebut memiliki ciri ciri emas asli atau palsu ialah dengan melihat ciri-ciri tanda-tanda tertentu yang merupakan ciri ciri emas asli. Biasanya didalam logam mulia atau perhiasan emas terdapat cap yang menandakan kadar emas. Ukur keberat emas dalam bentuk sataun gram dengan timbangan digital yang presisi. Isi sebuah gelas atau botol dengan air sembarang ml milliliternya. Pakailah gelas/botol yang memipunyai tanda ukuran milimeter, yang akan mempermudah untuk mengetahui perbedaan volume air sebelum atau sesudah dicelupkan emas. Jadi tujuannya ialah untuk mengukur volume emas dalam ml. Catat dengan persis tingkat air sebelum emas direndam. Letakkan emas di gelas dengan menggantungnya memakai tali. Setelah emas tersebut direndam,catat tingkat air yang baru, dan hitunglah perbedaan sebelum dan sesudah direndam di dalam ml. Contoh perhitungan Emas yang diuji mempunyai berat 38g dan volume 2 mililiter. Memakai rumus [massa] / [volume] maka 38/2 = hasilnya ialah 19 g/ml , yang sangat mendekati massa jenis emas. Ingatlah bahwa kemurnian emas yang berbeda akan mempunyai g / ml rasio yang tak sama 14K = 12,9-14,6 g/ml, 18K kuning = 15,2-15,9 g/ml, 18K putih = 14,7-16,9 g/ml dan 22K = 17,7-17,8 g/ml. 4. Goreskan Emas pada Keramik Atau Kertas Ini juga salah satu cara yang mudah untuk yahu bahwa emas tersebut memiliki ciri ciri emas asli atau tidak. Tapi perlu kita ingat,di tahap pengujian ini ada resiko logam mulia emas yang diuji akan tergores. Ambil piring keramik polos atau pakai saja keramik lantai. Goreskan emas tersebut ke permukaan keramik. Jika terdapat goresan hitam di keramik, berarti emas itu adalah emas palsu tetapi jika tak ada goresan hitam kemungkinan besar emas itu adalah emas asli. Selain dengan keramik bisa juga memakai emas sebagai perbandingan, cobalah goreskan uang logam lama bukan yang alumunium ke kertas, pasti akan membentuk goresan berwarna hitam. Tapi jika emas tersebut asli maka tak akan ada goresan sama sekali. 5. Uji Emas Dengan Nitric Acid Istilah lainnya ialah ātes asamā dan ini adalah cara yang cukup bagus untuk mengetes keaslian emas. Tapi tes ini mempunyai resiko keselamatan,berhubungan dengan cairan asam, jadi harus benar benar berhati-hati. Jikalau tidak untuk bisnis,alangkah baiknya tes asam ini diserahkan ke pada toko perhiasan emas saja. Apa Perbedaan Emas Asli atau Palsu? Yang disebut emas asli di sini iyalah emas murni atau emas 100%. Logam mulia ini sebenarnya memiliki tekstur agak lembek. Bila dibuat perhiasan akan mempengaruhi/mengurangi durabilitasnya. Maka dari itu,biasanya pengrajin emas mencampurkan emas tersebut dengan logam lain. Misal perak, timah, atau perunggu. Bila telah tercampur tentu kadar emas di barang tersebut akan berkurang. Contohnya hanyalah 70%, 80%, 90%, dan seterusnya. Satuan kadar ini biasanya disebut juga karat. Dan emas yang murni sama atau setara dengan 24 karat. Semakin sedikitnya kandungan emas semakin murah pula harga perhiasan tersebut. Kalau sangat sedikit kandungan emasnya bisa juga dibilang emas palsu, apalagi kalau tidak mengandung emas sama sekali? Namanya emas imitasi/emas tiruan. Cara Tau Emas Asli atau Palsu Dari zaman dahulu sampai sekarang, emas dipandang sebagai logam mulia. Harganya jangan ditanya. Memiliki tampilan mengkilap indah dan nilai jual mahal menjadikannya banyak diburu orang. Alhasil oknum-oknum nakal memalsukannya demi mendapat keuntungan. Ukur Kepadatan Emas Sediakan tempat/gelas yang ada ukuran mililiternya, lalu isi dengan air. Catatlah tinggi permukaan air sebelum emas tersebut dimasukkan ke dalam wadah tersebut. Selanjutnya, dengan digantung benang celupkan saja emas ke dalamnya. Catatlah kembali selisih permukaan airnya. lalu hitung dengan rumus kepadatan = massa/volume. Emas mempunyai kepadatan yang berbeda dengan logam lain. Kalau hasil pengukuranya mendekati angka 19 g/ml, itu berarti itu adalah emas asli. Tes Asam Cara tahu emas tersebut mempunyai ciri ciri emas asli atau palsu yang terakhir ini mempergunakan cairan bernama Nitric Acid. Siapkan tempat stainless steel dan taruhlah emas di atasnya. Teteskan setetes saja cairan asam Nitric Acid di emas dan tunggu reaksinya. Jika emas tersebut memang asli, takkan ada reaksi apa-apa. Bila emas tersebut berubah warna menjadi kehijau-hijauan, makan emas mengandung logam besi. Bila memperlihatkan warna susu, berarti mengandung perak. Bila reaksi menimbulkam warna emas, kemungkinan besar emas yang kita uji mengandung bahan logam Emas adalah logam yang memiliki sifat lunak dan mudah ditempa, memiliki kekerasan berkisar antara 2,5 ā 3 skala Mohs, serta berat jenisnya tergantung dengan jenis dan kandungan logam lain yang dicampurkan dengannya. Mineral pembawa emas lazimnya berasosiasi dengan mineral ikutan gangue minerals. Mineral ikutan tersebut lazimnya kuarsa, karbonat,turmalin, flourpar, dan sebagian kecil mineral non logam. Mineral pembawa emas itu juga berasosiasi dengan endapan sulfida yang telah teroksidasi. Mineral pembawa emas terdiri dari emas nativ, elektrum, emas telurida, sejumlah paduan beserta senyawa emas serta unsur-unsur belerang, antimon, dan sebenarnya jenis lain dari emas nativ, hanya saja kandungan perak di dalamnya kurang lebih 20%. Emas di Dalam Unsur Kimia Emas ialah unsur kimia dalam tabel periodik yang bersimbol Au bahasa latin aurumā dan nomor atomya 79. Sebuah logam transisi trivalen dan univalen yang memiliki tekstur lembek, mengkilap, kuning, berat, āmalleableā, dan āductileā. Emas tidak bereaksi dengan zat kimia lainnya tetapi terserang oleh klorin, flourin dan aqua regia. Logam itu banyak terdapat di nugget emas atau serbuk di bebatuan dan di deposit alluvial dan pada salah satu logam ISOnya ialah XAU. Emas melebur dengan bentuk cair pada kisaran suhu 1000 derajat Celsius. Terbentuknya emas ialah dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan. Beberapa endapan emas terbentuk dikarenakan proses metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal, sedang pengkonsentrasian dengan cara mekanis menghasilkan endapan letakan placer. Genesa emas dikategorikan jadi dua ialah Endapan primer; dan Endapan plaser. Emas Moneter Emas moneter ialah sebagai jaminan mata uang yang sudah pernah digunakan oleh Bank dipakai sebagai standar keuangan di banyak negara dan juga dipakai untuk perhiasan, dan elektronik. Pemakaian emas dalam bidang moneter dan keuangan didasarkan pada nilai moneter absolut dari emas tersebut sendiri terhadap banyak mata uang di seluruh dunia, meski secara resmi di bursa komoditas dunia. Harga emas dicantumkan di dalam mata uang dolar Amerika. Bentuk pemakaian emas dalam bidang moneter umumnya berupa bulion atau batangan emas dalam banyaknya satuan berat gram sampai kilogram. Faktor yang Mempengaruhi Naik Turunnya Harga Emas Berinvestasi emas adalah salah satu cara untuk mendapat keuntungan selain menabung. Hanya dengan mengandalkan tabungan, terutama tentang kenaikan harga barang-barang pokok tiap tahun, tidaklah cukup. Meskipun demikian, kemungkinan harga emas naik atau turun juga patut diwaspadai. Bila tak jeli melihat situasi, Anda pun juga bisa apa sajakah faktor yang bisa memengaruhi harga emas naik atau turun? Bagaimanakah cara kita untuk mengamati dan mengatasinya? 1. Nilai Tukar US Dollar Secara umum, hubungan negatif tercipta dari hubungan nilai tukar US Dollar dengan harga emas yang saat ini sedang berlaku. Jika dolar Amerika sedang melemah, maka harga emas akan naik. Namun bila dolar Amerika menguat,maka harga emas juga jadi turun. Saran rajin-rajinlah mengamati berita tentang perkembangan ekonomi dunia. Bila ada pertanda resesi global, simpanlah saja barang sebata dua batang emas di brankas berkombinasi untuk berjaga-jaga. 2. Jumlah Produksi Emas di Dunia Makin susahnya emas ditambang, maka harga emas di pasaran pula akan naik dikarena kelangkaan stok emas. Apalagi jika permintaan emas malah semakin meningkat, sehingga para penambang harus menggali tambang semakin dalam. Saran selain dengan logam emas, Anda juga bisa berinvestasi dalam bentuk lain. Misalkan berinvestasi perak, asuransi, mata uang dinar atau dirham atau lainya. Bila dana sudah melimpah, boleh juga mencoba berinvestasi properti. Nilai properti pasti selalu naik dari tahun ke tahun. 3. Kenaikan Permintaan dari Industri Perhiasan di Dunia Ini masih berhubungan dengan faktor yang nomor dua. Misalnya, 54% permintaan emas berasal dari industri perhiasan di dunia, seperti yang ada di India, Tiongkok, dan di Amerika Serikat. Sementara itu, 12%nya berasal dari industri peralatan medis dan elektronik. Fakta ini dikutip oleh World Gold Council dan oleh The London Bullion Market Association. Tak heran bila harga emas menjadi naik. Saran sebaiknya jangan membeli emas dalam bentuk perhiasan. Karna bila suatu saat nanti anda ingin menjualnya, perhiasan yang dilebur kembali,malah membuat harga emas tersebut menjadi turun. 4. Beberapa Bank Sentral Dunia Memonopoli Pembelian Emas Beberapa dari bank sentral di dunia, seperti dengan The Federal Reserve System di Amerika Serikat, Bundesbank di Jerman, dan European Central Bank di ECB, telah hanya uang kertas, mereka juga sudah lama memonopoli pembelian emas. Jangan heran jika harga emas saat semakin naik dan emas kini semakin langka. Karna sudah lama colong startā, cadangan emas yang dimiliki mereka pun lebih banyak. Hal ini juga dikutip oleh World Gold Council. Saran beberapa saran yang telah disebutkan di 3 faktor sebelum ini juga berlaku untuk faktor ini. 5. Isu Politik, Resesi Global, Perselisihan Antar Negara, atau Perang dapat Membuat Harga Emas Naik Salah satunya adalah isu Brexit keluarnya Inggris Raya dari Uni Eropa akibat hasil jajak pendapat terakhir yang terkait dengan Uni Eropa pada Juni 2016. Akibatnya, para investor diserang panik dan mulai memborong emas dalam jumlah besar. Saran jangan mudah panik dan pastikan Anda tidak sekadar ikut-ikutan membeli emas tanpa tahu cara menginvestasikannya. Investasi emas memanglah terlihat seperti gampang-gampang susah, pastikan Anda mengetahui seluk beluk investasi emas sebelum benar-benar terjun melakukannya.
Berikutadalah cara khusus dalam membedakan stainless asli dan imitasi agar kita dapat mewaspadainya: Product yang berbahan stainless asli tidak memiliki suatu medan magnet (anti magnet). Hal itu dapat dibuktikan cukup dengan mendekatkan sebuah magnet kepada sisi - sisi product tersebut. jika magnet tersebut tidak menempel pada product, maka dapat dipastikan jika itu adalah murni stainless steel.
Ferritic steels are high-chromium, magnetic stainless steels that have a low carbon content. Known for their good ductility, resistance to corrosion and stress corrosion cracking, ferritic steels are commonly used in automotive applications, kitchenware, and industrial equipment. Characteristics of Ferritic Stainless Steel In comparison to austenitic stainless steels, which have a face-centered cubic FCC grain structure, ferritic steels are defined by a body-centered cubic BCC grain structure. In other words, the crystal structure of such steels is comprised of a cubic atom cell with an atom in the center. This grain structure is typical of alpha iron and is what gives ferritic steels their magnetic properties. Ferritic steels cannot be hardened or strengthened by heat treatment but have good resistance to stress-corrosion cracking. They can be cold worked and softened by annealing heating and then slowly cooling. ā While not as strong or corrosion-resistant as austenitic grades, the ferritic grades generally have better engineering properties. Though generally very weldable, some ferritic steel grades can be prone to sensitization of the weld heat-affected zone and weld metal hot cracking. Weldability limitations, therefore, restrict the use of these steels to thinner gauges. Due to their lower chromium content and lack of nickel, standard ferritic steel grades are usually less expensive than their austenitic counterparts. Specialty grades often include molybdenum. Ferritic stainless steel usually contains to 27% chromium. Groups of Ferritic Stainless Steels Ferritic stainless steel alloys can generally be classified into five groups, three families of standard grades Groups 1 to 3 and two families of specialty grade steels Groups 4 and 5. While standard ferritic steels are, by far, the largest consumer group in terms of tonnage, demand for specialty grade stainless steels is increasing steadily. Group 1 Grades 409/410L These have the lowest chromium content of all stainless steels and so are the least expensive of the five groups. They are ideal for slightly corrosive environments where localized rust is acceptable. Grade 409 was initially created for automotive exhaust systems silencers but can now be found in automotive exhaust tubing and catalytic converter casings. Grade 410L is often used for containers, buses, and LCD monitor frames. Group 2 Grade 430 The most commonly used ferritic steels are found in Group 2. They have a higher chromium content and are, consequently, more resistant to corrosion by nitric acids, sulfur gases, and many organic and food acids. In some applications, these grades can be used as a replacement for austenitic stainless steel grade 304. Grade 430 is often found in the interiors of appliances, including washing machine drums, as well as kitchen sinks, indoor panels, dishwashers, cutlery, cooking utensils, and food production equipment. Group 3 Grades 430Ti, 439, 441, and Others Having better weldability and formability characteristics than Group 2 ferritic sheets of steel, Group 3 steel can be used to replace austenitic grade 304 in a wider range of applications, including in sinks, exchange tubes, exhaust systems, and welded parts of washing machines. Group 4 Grades 434, 436, 444, and Others With a higher molybdenum content, the ferritic stainless steel grades in Group 4 have enhanced corrosion resistance and are used in hot water tanks, solar water heaters, exhaust system parts, electric kettles, microwave oven elements, and automotive trim. Grade 444, in particular, has a pitting resistance equivalent PRE that's similar to grade 316 austenitic stainless steel, allowing it to be used in more corrosive outdoor environments. Group 5 Grades 446, 445/447, and Others This group of specialty stainless steels is characterized by relatively high chromium content and the addition of molybdenum. The result is steel with excellent corrosion and scaling or oxidation resistance. In fact, the corrosion resistance of grade 447 is equivalent to that of titanium metal. Group 5 steels are typically used in highly corrosive coastal and offshore environments. Secarateori,ciri ciri emas asli jika emas itu digigit akan menunjukkan bekas goresan gigi, bekas gigtan tersebut akan semakin dalam jika emasnya merupakan emas murni 24 karat. Cara mengigit ini tentulah bukan tes yang direkomendasikan, karena selain dapat merusak gigi,menggigit emas juga bisa merusak kondisi fisik emas.